Sunday, May 13, 2018

Coffee Break Cara Terbaik Untuk Menurunkan Stres

Tercatat dalam salah satu artikel Businessnewsdaily.com bahwa stres sudah dianggap “wabah kesehatan abad ke-21” oleh World Health Organization. Bahkan diperkirakan, stres sudah menyebabkan kerugian para pebisnis di Amerika sekitar $300 milyar per tahun.
Stres menyebabkan menurunnya produktifitas, meningkatnya resiko kesehatan, kesalahan dalam bekerja, konflik personal, hingga penurunan moral. Bisa jadi Coffeemates, hampir seluruh pekerja pernah merasakan stres dalam berbagai level. Tidak terkecuali kamu, hey.

Kabar baiknya, rehat ngopi adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan kadar stres para pekerja. Menurut Onesourcerefreshment.com, kopi mampu membuat para pekerja di Philadelphia, AS, menurunkan kadar stres mereka. Beranjak sejenak dari meja kerja dan menikmati secangkir kopi dapat membantu otak untuk lebih santai.

Kafein yang sudah terbukti dapat meningkatkan produksi dopamin pada akhirnya mampu memperbaiki suasana hati, energi, dan kemampuan kognitif. Survei terbaru yang dilakukan oleh Nespresso juga menunjukkan bahwa rehat ngopi memperkuat rasa memiliki terhadap tempat bekerja.

Nyatanya, 79% pekerja menganggap rehat ini sebagai cara paling efisien untuk meningkatkan semangat kerjasama tim dan mengurangi konflik. Sementara 91% pekerja lainnya menganggap rehat ngopi sebagai saat terbaik untuk membangun kedekatan personal dengan rekan kerja.
Bisa jadi, jika tiap dua jam sekali kamu bangkit dari tempat duduk dan ngobrol santai dengan rekan kerja atau melihat-lihat sosial media selama 5-10 menit justru akan membuat kamu lebih senang melakukan pekerjaan. Niscaya, keluhan pun akan semakin jarang terlontar. Stres pun akan mengucapkan selamat tinggal.

Mengutip Earl Wilson, jurnalis senior The Washington Post, “Science may never come up with a better office communication system than the coffee break.”
(Ilmu pengetahuan mungkin tidak pernah menciptakan sistem komunikasi kantor yang lebih baik dari rehat ngopi)

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk Hajatan, 

Pernikahan, Catering Prasmanan, Catering event, Coffee break, anda sudah dengan jasa 

yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

HUBUNGI KAMI  :

Office : Jl. Raya Bohar Utara No.32 RT.001 RW.001 Wage Taman Sidoarjo ( Sebalah 

Apotik Bohar Dan Depan Perumahan Grand Royal Regency)


Email                      :

    firmansyahdp@ymail.com

Telp/Wa/Telegram  :

    0813.3661.6039  ( Telkomsel ), 0851.0327.9354 (Flexi) , 0857.0601.2354 (Indosat)

    0823.3554.2071 ( Telkomsel )



Coffee Break – Diskusi dalam Secangkir Kopi

Di setiap sesi training, seminar, workshop atau kegiatan belajar lain hampir bisa dipastikan ada satu sesi yang selalu dinantikan oleh seluruh pesertEntah kenapa disebut coffee break, apakah karena biji kopi nya pecah terkena grinder atau pecah dalam arti lain.

Di beberapa literatur masih diperdebatkan kapan tepatnya sejarah coffee break ini bermula, ada yang berpendapat dimulai pada tahun 1800-an ada yang bilang tahun 1901 bersamaan dengan ditemukannya mesin espresso. Ada yang bilang dimulai di kota Stoughton, Wisconsin ada juga yang mengatakan bermula di New York.
Bagi saya sejarah coffee break dimulai saat air sudah mendidih, biji kopi sudah digiling, cangkir sudah berbaris dan tak kalah penting makanan kecil sudah genit menggoda.
Sebenernya tidak ada yang menarik dari segi menu, kopi yang disediakan pun biasanya sudah diseduh dalam ceret besar dengan pemanas listrik, entah berapa gramasi-nya entah bubuk kopi apa yang dimasukan ke dalamnya.a yaitu “Coffee Break”
Bagi saya hal yang menjadi menarik adalah, karena coffee break hadir di waktu yang tepat, saat otak mulai lelah setelah beberapa jam sebelumnya fokus pada materi seminar yang disajikan.
Selain itu disela seminar atau training coffee break adalah waktu untuk berinteraksi dengan peserta lain, berbagi kartu nama, berbagi cerita dan berbagi update teknologi terkini yang sudah terimplementasi di tempat kerjanya.
Saya selalu teringat pada pesan Mr. D, boss pertama saya, di tahun 2004 saat saya mau ikut seminar, beliau berpesan “kamu kalo ikut seminar jangan ngobrol sama temen sekantor, ngobrol sama peserta dari pabrik lain, supaya nambah ilmu kamu”. .


Anda dapat menghubungi Kami "Amel Catering" untuk bertanya tentang layanan Coffee break kami, Catering Kami juga langsung  melakukan pemesanan   Hubungi kami di alamat-alamat berikut ini:
Alamat Kantor: 
Jl Raya Bohar no 32 Upah - Aloha Sidoarjo 
(Samping apotik bohar & depan perum royal kabupaten) 
Firmansyah 
Tlpn / Sms /   Whatsapp
0823.3554.2071 (Telkomsel) 
0857.0601.2354 (Indosat)

Makna Dibalik Filosofi Kopi

Memfilosofikan kopi bisa dikatakan memberi pandangan hidup dan memaknai kehidupan dari secangkir kopi. Tidak banyak orang yang dapat memfilosofikan kopi berdasarkan jenisnya termasuk saya. Setiap jenis kopi punya filosofinya masing-masing. Filosofi tersebut akan timbul dari peramu yang sangat paham akan karakter suatu jenis kopi sehingga ia dapat memfilosofikannya dalam kehidupan. Mungkin diawal artikel ini teman-teman coffee break menganggap bahwa judul tersebut terkesan ikut-ikutan dari film Filosofi Kopi, bener gak? Atau memang teman-teman belum banyak yang tau tentang film tersebut?

Nah, di dalam artikel ini saya tidak ingin menceritakan bagaimana jalan cerita film Filosofi Kopi karena saya pikir teman-teman coffee break bisa mendownloadnya sendiri. Namun inti dari film tersebut adalah bagaimana usaha serta jeri payah seorang peracik kopi demi mendapatkan racikan kopi yang bukan hanya memiliki aroma yang enak namun rasa yang nikmat. Selain itu film ini juga mengajarkan kita dalam memaknai secangkir kopi dalam kehidupan kita. Memang terdengar hal sepele. Namun tidak bagi mereka yang senang akan dunia puitis. Dalam film Filosofi Kopi juga mengajarkan kita bahwa kenikmatan kopi bukan berasal dari sehebat apa kita meraciknya, melainkan kenikmatan kopi berasal dari seiklas apa kita merawat dan menyayangi tanaman kopi layaknya orang yang kita cintai. Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi ya tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.

Hidup memang terkadang ada yang pahit, namun juga ada sisi manisnya. Dan itu bisa terjadi kepada siapa saja. Secangkir kopi dapat menggambarkan sisi-sisi kehidupan diri kita, maka tidak heran secangkir kopi dapat hadir dengan berbagai varian dan sajian. Ngopi adalah hal yang sangat umum, dari pelosok desa sampai metropolitan pun sudah tak asing dengan yang namanya ngopi. Namun masalah selera dikembalikan pada masing-masing pribadi. Penilaian terbaik akan kopi tidaklah sama, yang bisa kita lakukan adalah belajar mengapa kopi itu dikatakan terbaik dan setiap orang dapat berbagi untuk itu dengan melihat dari berbagai sisi.

Melihat film ini, mampu membuka diri bahwa meneguk secangkir kopi tidak sekedar menikmatinya namun juga melihat makna di baliknya, apa pun kopi itu serta penyajiannya. Namanya kopi walaupun dikatakan dalam taraf terbaiknya pun masih menyisakan rasa pahit. Dan kopi pun tidak hanya rasa pahit yang didapat, juga memberikan rasa masam, bahkan manis yang itu tidak sama seperti berasal dari tebu.

Secangkir kopi memang cocok diibaratkan layaknya sebuah kehidupan seseorang. Terkadang kita ragu mencicipinya karena takut rasa pahit, namun disatu sisi kita tergiur akan aromanya yang sangat wangi sehingga kita ingin mencicipi sedikit demi sedikit, tegukan demi tegukan dari secangkir kopi. Kita bisa mengatur kadar kemanisan di dalam kopi tersebut sesuai dengan selera kita. Seperti itu juga hidup. Kita dapat memaknai hidup sesuai pandangan kita masing-masing. Banyak orang yang tidak menyukai kopi dikarenakan rasanya yang pahit. Jika pahit pada kopi diibaratkan pahitnya kehidupan, namun yang perlu kita ketahui, kopi yang enak akan selalu menemukan penikmatnya. Layaknya kebahagiaan yang akan mampir untuk siapa saja yang mau berusaha sehingga pantas mencicipi kebahagiaan tersebut. Dikarenakan kopi itu pahit, jangan kita paksakan agar ia menjadi manis, sebab sebanyak apapun gula yang kita tambahkan, dia tetap punya sisi pahitnya. Jadi ya nikmati saja agar terasa lebih nikmat.  


Anda dapat menghubungi Kami "Amel Catering" untuk bertanya tentang layanan Coffee break kami, Catering Kami juga langsung  melakukan pemesanan   Hubungi kami di alamat-alamat berikut ini:
Alamat Kantor: 
Jl Raya Bohar no 32 Upah - Aloha Sidoarjo 
(Samping apotik bohar & depan perum royal kabupaten) 
Firmansyah 
Tlpn / Sms /   Whatsapp
0823.3554.2071 (Telkomsel) 
0857.0601.2354 (Indosat)

Begini asal-usul istilah 'Coffee Break' yang pasti belum kamu tahu

Tentunya di suatu pertemuan seperti rapat atau seminar, kamu sering mendengar istilah 'Coffee Break'. Coffee Break sendiri adalah istilah untuk istirahat singkat selama 10 hingga 20 menit di hari kerja, di suatu acara pertemuan, atau perkumpulan, yang merupakan waktu umum untuk menikmati secangkir kopi, atau teh, atau makanan kecil. Kamu pasti pernah dong?

Tradisi ini juga dapat disebut sebagai istirahat minum teh, atau Afternoon Tea. Coffee Break juga berfungsi sebagai waktu untuk bersosialisasi dan istirahat, dan sering diwajibkan bagi karyawan di sejumlah bisnis atau industri.

Nah, dilansir brilio.net dari citylab, Selasa (23/2), konon katanya Coffee Break dimulai di kota Stoughton, Washington, pada akhir tahun 1800. Kota ini masih terus merayakan festival tahunan Stoughton Coffee Break Festival. Istilah dan praktik Coffee Break terus meningkat dalam hal popularitas di tahun 1950-an, sebagian besar akibat dari iklan kampanye Pan-American Coffee Bureau yang mendorong orang-orang untuk mengambil rehat kerja untuk minum kopi. Coffee Break sekarang menjadi bagian umum di tempat kerja sehari-hari.

Pada tahun 1901, seorang Italia pemilik pabrik bernama Luigi Bazzera mencari cara untuk mempercepat para pekerjanya menghabiskan waktu Coffee Break. Menyadari bahwa bila dia dapat menyajikan kopi lebih cepat, para pekerjanya dapat minum dengan segera dan kembali bekerja lebih cepat lagi. Idenya tidak hanya sebatas itu, akhirnya berlanjut pada ide bentuk mesinnya. Idenya untuk mem-pressure air panas melewati kopi bubuk menggunakan tekanan merupakan cara yang sama sekali baru untuk menyajikan kopi.

Dalam waktu hampir bersamaan, Buffalo, sebuah perusahaan di New York membuat sejarah Coffee Break. Pada tahun 1902, Barcelo Manufacturing Company, yang kemudian berganti nama menjadi Barcolounger, secara resmi menyatakan Coffee Break merupakan bagian penting untuk para pekerjanya.

Berdasarkan cerita surat kabar di saat itu, para pekerja bernegosiasi untuk dapat beristirahat singkat di pagi dan sore hari dan salah satu pekerja dengan sukarela memanaskan kopi di atas plat besi pada waktu istirahat ini. Dan nama dari 'Coffee Break' resmi pertama kali dicetuskan. Perusahaan Buffalo yang lain menyatakan bahwa di tahun 1901 mereka menyediakan kopi gratis untuk karyawan-karyawannya.
 
 

 Pada tahun 1901, seorang Italia pemilik pabrik bernama Luigi Bazzera mencari cara untuk mempercepat para pekerjanya menghabiskan waktu Coffee Break. Menyadari bahwa bila dia dapat menyajikan kopi lebih cepat, para pekerjanya dapat minum dengan segera dan kembali bekerja lebih cepat lagi. Idenya tidak hanya sebatas itu, akhirnya berlanjut pada ide bentuk mesinnya. Idenya untuk mem-pressure air panas melewati kopi bubuk menggunakan tekanan merupakan cara yang sama sekali baru untuk menyajikan kopi.

Dalam waktu hampir bersamaan, Buffalo, sebuah perusahaan di New York membuat sejarah Coffee Break. Pada tahun 1902, Barcelo Manufacturing Company, yang kemudian berganti nama menjadi Barcolounger, secara resmi menyatakan Coffee Break merupakan bagian penting untuk para pekerjanya.

Berdasarkan cerita surat kabar di saat itu, para pekerja bernegosiasi untuk dapat beristirahat singkat di pagi dan sore hari dan salah satu pekerja dengan sukarela memanaskan kopi di atas plat besi pada waktu istirahat ini. Dan nama dari 'Coffee Break' resmi pertama kali dicetuskan. Perusahaan Buffalo yang lain menyatakan bahwa di tahun 1901 mereka menyediakan kopi gratis untuk karyawan-karyawannya.

Sampai tahun 1964, Coffee Break menjadi isu nasional Amerika. Pada Juni tahun itu, majalah Time melaporkan adanya negosiasi antara United Auto Workers dan The Big Three. Sebagai isu adalah lima belas menit mematikan mesin sehingga para pekerja dapat menikmati Coffee Break.

Saat ini, sebagian besar pekerja kontrak secara khusus mendapatkan setidaknya sekali Coffee Break setiap shift 8 jam, dan banyak perusahaan mendapati bahwa menyediakan kopi gratis untuk karyawan selama Coffee Break sangat bermanfaat, keuntungan dengan bermodal sedikit.



Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk Hajatan, Pernikahan, Catering Prasmanan, Catering event, Coffee break, anda sudah dengan jasa yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

HUBUNGI KAMI  :

Office : Jl. Raya Bohar Utara No.32 RT.001 RW.001 Wage Taman Sidoarjo ( Sebalah Apotik Bohar Dan Depan Perumahan Grand Royal Regency)


Email                      :

    firmansyahdp@ymail.com


Telp/Wa/Telegram  :

    0813.3661.6039  ( Telkomsel ), 0851.0327.9354 (Flexi) , 0857.0601.2354 (Indosat)
    0823.3554.2071 ( Telkomsel )